Hati ingin saja mengalir namun otak menahannya
Menahanakan semua perasaan yang seharusnya bisa terungkat
Keegoisan mulai menyelimuti pribadi ini
Hati tidak dapat berbohong
Aku ingin saja berkata sesuakku
Namun apa daya jika pikiran ini menghalangi
seakan ia yang paling benar
Biarlah sejenak pikiran mengalah kepada hati
Merobohkan segala tembok batu keeogoisan dalam hati
Aku hanya ingin berkata jujur pada pribadi ini
Sekali lagi, dia menolak untuk maju
Bolehkah jika aku hanya memeragakan segala tindakan kasihku?
Bisakah kau melihatnya?
Dapatkan aku merobohkan segala tembok batu yang keras ini?
Bisakah aku?
Banyak orang mengatakan, jujurlah pada dirimu sendiri
Sungguh, aku ingin mengatakan segalanya
Segala rasaku, ketakutanku, ingin tahumu yang kututupi
Apakah aku bisa?
Diriku ini adalah dirimu
Bagaikan cermin bayangan beda kepribadian
Kita serupa, namun tak sama
Dibatasi oleh kaca cermin yang tebal
Apakah kau yang disana bisa merobohkan sedikit batu itu?
Bisakah kamu?
Aku disini mungkin saja bisa
Jika memang jalan harus seperti itu
Ingatlah,
kita ini bagai jembatan yang hampir sempurna
Hanya menunggu satu tembok bata untuk menyempurnakannya
Namun, tidak ada yang berjalan untuk menyelesaikan
Jembatan pun tidak dapat jadi
Tidak dapat disebrangi
Sampai ada salah satu orang yang bisa dan mau menyelesaikan
Sempurnalah jembatan itu sampai titik darah penghabisan
No comments:
Post a Comment