Monday, December 9, 2013

Seribu Penyesalan dan Maaf


Mungkin banyak orang mengatakan,
ragaku bukanlah sosok yang pendiam,
Tenang
Yang selalu melontarkan semua isi hatinya

Mungkin banyak orang mengatakan,
aku tipikal yang emosi tak terkontrol,
Amarah
Yang selalu mengatakan isi binatang dari sanas-sini

Sedikit
Sedikit yang tahu aku
Bukan kamu pun
Atau dia
Atau mereka
Bahkan aku sendiri pun kadang tidak
tahu-menahu siapa aku ini

Bawelkah
Ceriakah
Emosiankah
Rasanya sudah mnejadi komplit 
makanan favoritku

Munafik jika kita mengatakan tidak mau
Munafik jika kita mengelak
Namun apa daya sudah terjadi

Satu hal yang membuat diriku tidak bisa menerima
Harga diri
Dimana itu harga diri?
Seoonggok penyesalankah?
Bukan karena kamu
Bukan karena mereka
Atau bukan karena siapa-siapa
Lagi-lagi karena aku

Aku tidak bias merangkai kata semanis dia
Pun aku bukan tipikal romantis
Namun hanya ini yang bisa aku lakukan

Ingat,
bukan karena kamu
Jangan pernah menyalahkan diri sendiri
Hanya sebatas penyesalan tak teruraikan
Penyesalan tiada henti dari dalam diri sendiri

Bangga
Sungguh bangga aku akan dia
Penghormatan jauh disana melambangkan semuanya
Entah apa yang bisa aku lakukan
Menangis terharu
Atau menangis penyesalan

Ingat,
bukan karena kamu
Jangan lagi-lagi menyalahkan diri sendiri
Sama-sama munafik juga bukan jawabannya

Sekali lagi,
Mungkin bisa dikatakan aku adalah gadis 
terberuntung di dunia ini
Entah kenapa kata itu bisa terlontarkan,
tapi Ya aku bangga

Dia, aku
Bukanlah sosok pasangan yang sama
Pembeda karakter
Namun bisa bersatu

Bangga,
satu banding seribu untuk oroang seperti dia
Hormat
Penyesalan
Semua ada disitu

Hanya satu yang aku khawatirkan
Kebosanan menjadi kata favorit di masa yang akan datang
Aku bukan peramal
Pun tidak sok tahu
Tapi hal itu masih ada

Dia pasti akan bosan
Entah bagaimana dan kapan
Biar waktu yang menjawab
Inilah salah satu kekhawatiran yang melandaku
Menghantuiku

Tertawa keras,
bukanlah sebuah keceriaan bagiku
Isi dari suatu kekosongan dan kehampaan
Kebingungan
Tak tahu arah

Aku diam,
seribu satu percakapan perang dalam pikiranku
Bukan orang pandai yang menyusun kata-kata

Ingat, 
bukan karena kamu
Sama sekali bukan

Bangga
Aku bangga
Dia masih setia menungguku

Bukan karena kelebihanku,
Bukan karena kecantikanku,
Bukan karena pintarnya aku,
Pun bukan karena kelebihanku

Namun dia disisiku,
karena kekuranganku
Dan hal itulah yang menantangnya
untuk selalu bersamaku

Entah bagaimana
Aku tidak tahu cara untuk memaafkan diriku sendiri
Kehilangan arah dan tak pasti
Penyesalan adalah problematika dalam sini

Maaf
Aku tidak baik
Maaf
Aku munafik
Maaf
Aku kasar

Tapi dibalik itu semua,
kamu adalah kepalaku
kamu adalah bagianku
kamu adalah aku
Dan kata-kata yang ingin aku sampaikan adalah
Seribu maaf tidak bisa menyelesaikan segalanya
Jangan pernah bosan walau ku tahu kau sudah

Aku bukan orang yang pandai merangkai kata
Namun hanya ini yang bisa kuberikan,
aku sayang kamu



Ditulis oleh seorang gadis remaja tidak tahu arah
Senin, 9 Desember 2013

Sunday, December 8, 2013

Ungkapan Penyesalan Tak Terbayarkan

Sekali ini saja
Aku boleh ungkapkan semua keluh kesahku
Amarahku
Kegelisahanku
Rasa takutku
Maluku
Semuanya

Andai aku bisa mengulang waktu semuanya
Penyesalan ini masih ada
Masih tersisa banyak
Tidak bisa rasanya ditebus

Andai aku bisa memutar kisahku
Bukan sekedar angan belaka yang kurasakan sekarang
Ku buang sudah mimpiku jauh-jauh
Sekarang hanya sebuah debu tiada arti
Pasir jalanan yang diinjak orang-orang

Dahulu kesempatan itu jelas ada dimataku
Semua campur aduk
Satu dua alasan kurasa tidak bisa menyelesaikan

Waktu kini sudah habis
Telinga rasanya sudah dipotong untuk mendengar penjelasan
Jikapun di dengar,
Aku rasa tidak bisa menyelesaikan semuanya

Semua kata-kata bukanlah tersurar 
Tersirat namun nyata
Kenyataan itu sudah bisa ku gapai
Andai aku ambil
Andai saja
Namun apa daya,
Nasi sudah menjadi bubur

Penyelesalan menjadi nama belakangku
Takut
Bukanlah aku satu-satunya
Lagu yang pernah ku dengar 
Lagu yang pernah terangan olehku
Lagu yang menjadi favoritku
Bukanlah bagianku lagi
Semuanya sudah berbeda 180 derajat











































Thursday, December 5, 2013

Sahabat

Mereka mungkin engga selalu ada
visualiasi
Mereka engga selalu ada
kaya baju yang ngelekat di elu
Mereka engga selalu ada 
buat gendong lu

Tapi,
Mereka selalu ada disaat lo butuh
Mereka selalu sedia buat nemenin lo
Mereka selalu setia dengerin curhat lo

Ya....
Itu namanya orang yang biasa lo panggil
Sahabat

Ocehan selalu ada buat lo
Mau melakukan hal tolol pun ngajak-ngaja

Kalo mau binal, binal aje
Jangan binal banget
Kalo mau nakal, nakal aja
Jangan nakal banget

Ketawa
Perut sampe sakit
Atau bahkan sampe kebelet pipis

Sahabat
Ga ada yang bisa mendiskripsikan hal itu
Terlalu tolol kejadian untuk diingat
Terlalu manis untuk dikenang

Mendengar ketololan
Mendengar kenajisan
Semuanya yang dilakukan itu....
Sebuah lukisan warna dari rangkaian kehidupan

Secarik kertas kanvas warna putih engga ada apa-apa
Diisi dengan cat warna-warni
Entah itu abstrak
Entah itu terangkai rapi
Entah apalah itu
Sebagian yang ngisi,
adalah mereka

Kenajisan dan ketololan kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Ketawa dan nangis kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu

Semua kata-kata anjing yang pernah dilontarkan,
adalah ungkapan sayang 
Bukan maksud makna asli dari bahasanya
Tapi panggilan khusus

Sahabat,
Jika melakukan kesalahan
Tonjok temen lo juga saat itu
Tampar kalo perlu
Tapi abis itu,
Ulurin tangan lo,
angkat dia
Bawa balik ke rumah
Kasih tamparan kecil di pipinya
Sambil bilang
"Dasar, manusia paling tolol"
Terus kalian tertawa dengan kebodohan 
yang barusan kalian lakukan

Sahabat,
itulah
Konyol
Tolol
Bodoh
Bego
Namun....
Kata-kata itu hanyalah sebuah pemanis
Kalian,
lebih dari indahnya sejuta pemandangan yang indah
lebih dari indahnya alunan suara pemusik
lebih dari indahnya para model atau sabinya otomotif
Kalian,
lebih dari segalanya

Resiko

Hai kamu para lelaki
Jujurlah sebelum ditikung yang lainnya

Hai kamu para lelaki,
berani jatuh cinta, berani patah hati

Itu adalah resiko dalam percintaan
Sudah biasa
Seberapa besar kamu menginginkan dia
Setai kuku, kah? Atau tidak dapat terhitung?

Sebebenernya yang kalian takutkan itu apa sih?
Sakit hati karena ditolak?
Itu adalah sebuah resiko
Berani jatuh cinta berarti berani apa?
---- Yap benar

Resiko itu adalah sebuah pilihan kok
Terkadang kamu harus mengetahui sesuatu kebenarannya walau sakit,
daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti
Atau worse case kalo ternyata ada yang nikung duluan
Mungkin aja sebenernya dia juga udah punya perasaan,
tapi.....
apa daya kalo engga berani ngomong
Ujungnya lebih dari sakit hati,kan?

Ga usah takut kalo jatuh cinta
Resiko paling besar itu ya sakit hati
Bae-bae jaga perasaan cewe
Sensitifnya udah kaya pantat bayi

Nih ya, gue kasih tau
Katakan apa yang seharusnya dikatakan
Itu tuh hati Mas,
bukan shelter buat nunggu

Sekian

.......

Yang namanya hati,
itu ga pernah bisa bohong
Mau nyangkal berapa kali
tetep juga jawabannya itu

Mau suka 
Mau engga
Itulah jawabannya

Hati tuh paling anti yang namanya bohong
Mau sekeras kamu menutup diri,
jawaban itu tetep sama

Mungkin kamu bisa menutup mata,
untuk sesuatu yang engga mau kamu lihat
Tapi,
kamu engga bisa menutup hati,
untuk sesuatu yang engga mau kamu rasakan

Rasa itu tumbuh disaat kita engga sadar
Bisa disebut juga kaya parasit
Dia selalu bergantung dan membawa perasaan kemanapun

Sulit bibir untuk berbicara
Rasanya kaku jika sudah membicarakan seputar itu
Mau dikata apa?
Mau mengelaknya juga susah

Otak suka banyak intervensi 
Hati berkata ini, tapi otak menolak
Takut untuk mengambil resiko kedepannya

Terkadang terlalu banyak berfikir,
sama saja seperti lari di treadmil
Disitu-situ aja
Engga jalan
Engga ada perkembangan

Mata
Andaikan mata bisa berbicara
Meluapkan segala sesuatunya
Mengungkapkan segala rasa yang sulit
Andaikan mata tidak menjadi sebuah saksi bisu,
mungkin orang-orang sudah tau
Mata mengetahui semuanya
Namun, dia tidak pandai menyembunyikan

Bibir
Selalu berkata yang berkebalikan
Bisakah kau katakan yang sesungguhnya?
Bibir ini terkadang membuat hati tambah terluka
Terkadang suka tega bibir itu
Ujungnya hanya memperparah

Kapan sih bisa jujur sama perasaan?
Terkadang yang kita takutkan 
adalah kebenarannya
Takut menghadapi kenyataan

Tapi....
sampai kapan?

Wes Kabeh

Terkadang bingung mau seperti apa
Melakukan ini salah
Melakukan itu salah
Terkadang orang suka menilai yang tidak-tidak
Wajarlah, namanya juga manusia

Tapi kalo udah terlalu sering mendengar penilaian yang tidak-tidak,
lama-lama cape juga dengernya
Cape hati\
Judgments become stereotype

Terserah sih orang mau bilang apa
Tapi, kalo emang udah engga suka,
tolong ya jangan dibawa kemana-kemana

Bullshit sih orang mau bilang 'Dont judge the book by their cover'
Halahhh, omong kosong doang
Omongan belaka
Coba sekarang, kita-kita?
Bener ga kita menilai orang dari penampilannya dulu?
Pastilah!
Suka sama orang pertama kali menilain penampilannya kan?
Iyalah
Admit it

Tapi masalahnya, cari tau dulu dong kebenarannya
Jangan asal ngomongin ke orang tentang yang bukan-bukan
Kalo di Jakarta, 'emang lo siapa gue? sodara bukan, temen aja bukan
udah sok iye aja lo'

Orang tersenyum, dibilang cari muka
Udah dsenyumin, eh malah buang muka
Ga disenyumin, dibilang nyolot
Minta dikasih kabar,
dibilang jangan ganggu
Minta wakutnya bentar,
dibilang ngerepotin

Bukan bermaksud menyindir
Tapi memang kenyataan
Ga bisa meluapkan amarah,
ya tulis disini

Orang bersikap baik, ada aja hambatannya
Orang bersikap ramah, dikira sok kenal sok deket
Orang bersikap perhatian, dikira mengganggu
Orang bersikap biasa, dibilang acuh tak acuh

Kapan sih ada orang-orang yang bisa ngerti?
Bukan ngerti dalam arti pengertian
Ngerti kondisi, mas, mba
Baik diawal
Ditengah, perhatian sendet
Diakhir, wes telat

kabeh kabeh

BAGI YANG NGERASA ANAK MUDA MAIN CINTA, MONGGO DIBACA

Kalo ngomongin masalah percintaan, ga bakal ada habisnya
Kenapa? Siklusnya itu-itu aja
Tertarik abis itu naksir, 
Abis naksir, ngejar alias PDKT
Abis pdkt, ya nembak
Nembak siap-siap sakit hati atau engga yaa seneng kalo diterima

Nih ya kalo udah dapet,
kebiasaan entah cewe entah cowo
Satu dua bulan pertama awet-awet
adem ayem kaya anget-anget tai ayam

Kalo udah memasuki bulan ke lima atau engga enam.......
eleuh-eleuh.....
siap-siap rek ngerasa kebosenan
yang cowo ngelirik cewe lain
yang cewe ngelirik cowo lain
atau engga mulai kebingungan antara suka sesama jenis gimana
itu lebih gawat

kata-kata 'ga peduli'
kata-kata 'ga perhatian'
kata-kata 'ngekang'
kata-kata 'kamu gitu ya...ngeganggu'
mulai keluar semuanya

unek-unek dalem hati mulai engga terkontrol
berantem
nulis dan update status kalo lagi berantem
cerita ke temen kalo si doi udah mulai ga perhatian

Kalo ada masalah bukannya diselesaiin malah berpaling ke yang lain
Kalo ada masalah bukanya diperbaiki malah dibuat tambah gede
Terus kalo makin dipanasin, kapan selesainya?
Sindir-sindiran lewat twiiter
Ga bisa ngomong langsung aja apa ya?

Mas, Mba
Perbedaan jaman lalu sama sekarang itu emang kerasa banget
Kalo dulu, pasangan yang ada masalah itu  bukan ditinggalkan
tapi justru di selesaikan
Kalo dulu, pasangan lagi berantem, bukannya saling manas-manasin
tapi selalu ada disampingnya buat dengerin unek-unek masing-masing

Kalo sekarang..........
Beda cerita Mas, Mba
Sedikit pasangan yang bisa kaya gitu
Sisanya ya udah
Berprinsip pada.......
MASIH BANYAK IKAN DI LAUT, MEN

Ngeliah kan perbedaannya gimana?
Jelas sekali terlihat
Kalo udah tau siklus percintaan kaya sekarang,
udah bagaikan FTV 
kita udah bisa nebak endingnya kaya gimana

Endingnya nih ya,
kalo engga jadi musuh 
yaa jadi stranger
Bener ga?

Ato engga abis kaya gitu, cari pelampiasan 
entah pelampiasan batin atau jasmani
Yang cowo khususnya, demennya nge-sex aja sama yang lainnya
Mas, itu otak manusia apa kucing di Cikarang yang demennya buat anak mulu?
Kasian banget Tuhan udah ngasih otak bagus-bagus eh disamaiin kaya binatang
Malu mas

Yang cewe, demennya ngeksis
Biar keliatan eksis, ngedugem aje gue di Jakarta
Di cupang, bibir dapet giliran
Opo meneh, Mba?
Jadi kaya gitu cara lo buat ngelampiasin perasaan lo?
Ngedugem, digrepe, dan dijadiin giliran
Mba, itu badan apa atau paha ayam?
Kasian loh badan udah bagus-bagus diobral
Kalo kebelet eksis itu sama dengan merusak nama lo sendiri, Mba

Nih ya bagi orang pacaran, khususnya cowo
Kalo mau putus sama cewenya, mbok dipikir dulu
Dulu perjuangan buat dapetin doi gimana (kalo bukan gampangan)
Dulu banyak yang ngejar apa engga si doi, tapi masih milih lo
Dulu ditolak berulang kali, tapi ujungnya dapet juga
Dulu bagi yang mendem perasaan lama banget sampe beberapa tahun
akhirnya bisa terungkap juga

Inget-inget kalo mau putus
Semuanya dari awal ngerasa sia-sia ga memperjuangkan doi?
Masalahnya mending diselesaikan baik-baik apa mau ninggalin aja

Nih ya bagi yang pacaran, khususnya cewe
Kalo mau putus sama cowonya karena ada orang lain, pikirin dulu tuh orang ketiga bisa nerima lu ga
Jangan jadi lo cewe manja yang kemana-mana maunya berduaan
Jangan jadi cewe yang super duper sering ngeluh
orang tuh cape denger keluhan terus-menerus
Pikirin kalo putus sama cowo lo, entar dia langsung gaet cewe lain apa engga sakit?
Jangan marah kalo dia langsung gaet orang lain,
kan lo yang minta putus
bener ga?

Jadi Mas-mas dan Mba-mba, kalo mau pacaran,
jangan mikirin "ah masih muda ini. Cari yang banyak aje. seriusnya entaran aje"
ehhhhhh
kebablasan deh abis itu 
Kemungkinan pertama ga bisa jadi orang setia alias nyeleweng terus
Kemungkinan kedua ya dikatain bangsat playboy atau ayam kampus
Kemungkinan ketiga yaa jomblo seumur hidup karena udah di cap dinomor dua tadi
wong udah dirasaiin semua, ya ga?


So, be loyal for your man and woman lah
Relationship happens with a lot of misunderstanding,
but still hold each other's hands

Maaf

Maaf
Apa sih sebenernya maaf itu?
Sebuah kata dari kamus kah
atau hanya untaian kata belaka tiada arti?

Maaf
Banyak orang berkata maaf setelah melakukan kesalahan
Apakah semuanya selesai dengan mengatakan maaf?
Sebagian terselesaikan,
sebagian tidak

Manusia
terkadang kurang puas dengan imingan kata kamus ini
Jika tidak mengatakan maaf,
dikata kurang ajar
Jika mengatakan maaf,
berpikir "lo pikir cukup?"
Giliran disuruh nebus kesalahan, bilang engga usah

Maaf
Secuil kata sederhana
Namun memiliki sejuta arti tak terarah
Meminta maaf, salah
Tidak meminta maaf, juga salah
Maunya apa jadinya?

Manusia
Mahluk yang tidak pernah puas
Kadang bingung, 
maaf hanya menjadi sebuah omongan belaka
Omongan belaka tanpa arah yang jelas
Dimaafkan atau tidak

Mau menumpahkan seluruh isi amarah,
hanya bisa terungkap lewat secarik kertas
Mau menumpahkan kekesalan,
hanya bisa terungkap dari melodi kata
Mau mengatakan maaf,
hanya bisa mengatakan seadanya

Apa adanya kalo ujungnya tidak dimaafkan
Toh, sudah mau iklhas ngomong maaf
Dimaafkan syukur puji Tuhan,
kalo tidak, yasudah
Toh, hak orang tidak bisa diganggu gugat

Kesel?
Iya
Udah ngomong maaf,
tapi ujungnya malah ga dimaafin
Bahkan ada yang dipermalukan
Tarik nafas
Yasudahlah
Mau diapakan lagi?
Toh, kata maaf sudah terucap dengan ikhlas
Selebihnya, biarkan saja

Maaf

Siapa yang Mau?


Mau orang bilang ini,
Mau orang bilang itu,
Ga peduli
Anda tidak tahu-menahu tentang kisah saya
Berhak apa anda mengintervensi?

Kadang terjepit dengan dua pilihan berat itu
membuat semuanya buyar
Pilihan jelas sudah ada di depan mata
Namun,
apa daya jika salah satunya harus dikorbankan
Bukan bermaksud untuk mempermainkan 
Jika anda bisa membedakan mana yang asli dan palsu,
anda sendiri tau jawabanya

Pilihan itu ada
Tapi tergantung kita yang memilihnya
Mau atau tidak

Perasaan tidak bisa dipaksakan
Jangan banyak intervensi
Anda harus siap menerima segala resikonya

Elah,
Namanyanya perasaan
Siapa sih yang bisa maksa?
Otakpun kalo mau dipaksakan mikir dua kali

Tapi kalo perasaan naro dua makna?
Mau dikata apa?
Harus dipilih?
Apa perasaan itu sebuah pilihan?
Bukan

Tapi terkadang anda harus memilih sesuatu 
yang bena-benar condong
Sakit hati adalah resiko
Tapi kalo tidak mau membuat sakit hati,
apakah harus dilanjutkan sesuatu yang ambang itu?

Jika saja ada kesempatan emas waktu itu,
langsung saja kau ungkap segalanya
Namun apa daya takdir berkata lain
Aku tidak bisa berbuat apa-apa

Menduakan cinta itu bagai kaya tai
Engga boleh
Haram 
Pilihannya cuma dua kok
Menerimanya atau menolak
Entah menolak kedua atau salah satu 
diantaranya

Mungkin geliat terlihat enggan
Namun, 
mata tetap berbicara
Tidak bisa dipungkiri

Hey,
sakit itu adalah resiko
Berani jatuh cinta,
berani sakit hati
Itulah resiko terbesarnya

Siapa sih yang mau kejepit sama dua pilihan?
Rasanya tidak ada
Orang lain berkata jalang,
bodo amat
Orang lain berkata tidak tahu diri,
lebih baik berkacalah

Bukannya bermaksud apa-apa
Pilhan itu ga bisa diubah

Anda harus terjatuh

Monday, December 2, 2013

Serba salah

Salah
Apa yang dilakukan selalu saja salah
Manusia
Selalu saja menemukan detail kesalahan


Orang bermaksud baik,
disangka sok
Orang bermaksud bertanya,
dikira caper
Orang bermaksud perhatian, 
dikata ribet
Orang bermaksud menyapa,
dikira sok kenal sok deket
Orang bermaksud sayang perhatian,
dikira manja

Lama-lama, orang dibilang kepo
Dibilang manja
Dibilang ribetin
Dibilang ngeselin

Sedikit tidak perhatian,
disangka cuek
Sedikit diam,
disangka marah
Sedikit kesel,
disangka ngambek

Kapan sih benernya?
Mau melakukan ini, salah
Mau melakukan itu, salah

Lama-lama orang cape mau perhatian
Takut disangka manja
Lama-lama orang cape hati
Dikira ngemis cinta
Lama-lama orang males bertanya
Entar dikira kepo
Sedikit senyum aja
Entar dibilang culas

Baik cuma diawal doang
Pendekatan memperlihatkan ketangguhan
Awalnya doang yang terlihat wow
Sampe udah dapet.....
dijadikan layangan deh

Jangan mau jadi layangan!
Walau pas putus banyak yang ngejar,
tapi kalo udah dapet.....
digantungin di langit

Terus bakal di adu sama layangan lainnya
Ditarik
Diulur
Sampe ujungnya
Putus lagi