Jika ditanya apakah ingin berubah, ya tentu. Jika hal itu untuk sesuatu yang lebih baik kenapa tidak. Namun, memang butuh proses. Proses yang lama dan membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak.
Berubah itu tidaklah mudah. Semua butuh proses. Tapi apa boleh buat jika perasaan satu dengan yang lainnya terhalangi karena sebuah ego dan kelabilan anak muda jaman sekarang.
Pertanyaan yang masih tak terjawab adalah, kenapa dia tidak berpindah ke lain hati saja daripada berdiang diri tanpa perubahan yang pasti. Dia masih ada disitu. Entah menunggu atau hanya melihat dari kejauhan.
Sejauh hati merasakan, kita sama. Apa lagi yang kurang?
Hal yang paling kuyakini setiap dalam hubungan adalah dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan. Tapi kenapa ketika bersama dia, kata perpisahan itu sangat sulit diyakinkan? Belum siap atau tidak akan pernah siap.
We are more than friends but less than couple. Kami hanya bisa menjalani tanpa berekspektasi apa-apa. Untuk apa berekspektasi jika ujungnya happy ending hanya terwujud dalam pikiran belaka. Lebih baik diam dan biarkan waktu yang berbicara
No comments:
Post a Comment