Monday, March 31, 2014

Bukan aku tapi dia

Manusia adalah mahluk yang penuh dengan ego
Ego yang besar terkadang mengalahkan dirinya sendiri
Ego yang tidak pernah mau mengalah dengan yang lain
Manusia yang tidak mengenal rasa puas dalam hidupnya

Aku terkadang bingung
Mungkinkah hanya seonggok daging segar sajakah kita?
Merah merona diluar namun tidak enak dirasa?
Aku bukan peramal yang mengetahui segala keinginan dahaga

Kau sudah mendapat bersamanaya,
namun apa daya tidak dapat melepaskan yang lain
Biarlah ia terbang bebas di udara
Mencari kesegaran dan keindahan alam semesta

Biarkan ia mengepakan sayapnya 
Terbang jauh mengelilingi samudera
Menikmati besarnya benua 
Biarkan saja

Apa yang terjadi?
Pun dia sendiri tidak mengetahui maksudnya
Tidak menginginkan adanya rasa kehilangan
Dia membutuhkannya

Dia adalah pelengkap
Menjadi tanda tanya besar pelengkap apa
Hal itu tidak bisa dijelaskan dengan ungkapan semata
Dengan dia, ia merasa terlengkapi

Egois
Tidak mau kehilangan padahal sudah memiliki batu sandaran
Itulah manusia
Tidak pernah puas dan selalu mempertahankan egonya

Bisakah kau mengerti sedikit tentang maksudku?
Bisakah kau menjelaskan satu perasaan tak terungkap
Dia ini hanyalah manusia
Manusia yang tidak mau merasa kehilangan


Why?

What is love?
Does love exist?
Why everyone is crazy about love?
Why one person dare to hurt himself for love?

Why when someone finally trust what 'love' is,
they just misuse it
Does love talk about sacrifice?
Sacrifice to see someone they love loving someone else

Why he still fallin love with that girl while she already with someone else?
Why she still hope for that guy who use her?
Why people so blind about the word of love?

There are so many burdens 
The high wall built so perfect outside
Inside, it just as fragile as cotton

Why he has to waste his time just to wait for her?
People always questioning everything

When love comes, logic stops
People wondering
Crying
Doubting
Cheating
Breaking

Tearing apart into a piece of shit

Why we call it as love?

Monday, December 9, 2013

Seribu Penyesalan dan Maaf


Mungkin banyak orang mengatakan,
ragaku bukanlah sosok yang pendiam,
Tenang
Yang selalu melontarkan semua isi hatinya

Mungkin banyak orang mengatakan,
aku tipikal yang emosi tak terkontrol,
Amarah
Yang selalu mengatakan isi binatang dari sanas-sini

Sedikit
Sedikit yang tahu aku
Bukan kamu pun
Atau dia
Atau mereka
Bahkan aku sendiri pun kadang tidak
tahu-menahu siapa aku ini

Bawelkah
Ceriakah
Emosiankah
Rasanya sudah mnejadi komplit 
makanan favoritku

Munafik jika kita mengatakan tidak mau
Munafik jika kita mengelak
Namun apa daya sudah terjadi

Satu hal yang membuat diriku tidak bisa menerima
Harga diri
Dimana itu harga diri?
Seoonggok penyesalankah?
Bukan karena kamu
Bukan karena mereka
Atau bukan karena siapa-siapa
Lagi-lagi karena aku

Aku tidak bias merangkai kata semanis dia
Pun aku bukan tipikal romantis
Namun hanya ini yang bisa aku lakukan

Ingat,
bukan karena kamu
Jangan pernah menyalahkan diri sendiri
Hanya sebatas penyesalan tak teruraikan
Penyesalan tiada henti dari dalam diri sendiri

Bangga
Sungguh bangga aku akan dia
Penghormatan jauh disana melambangkan semuanya
Entah apa yang bisa aku lakukan
Menangis terharu
Atau menangis penyesalan

Ingat,
bukan karena kamu
Jangan lagi-lagi menyalahkan diri sendiri
Sama-sama munafik juga bukan jawabannya

Sekali lagi,
Mungkin bisa dikatakan aku adalah gadis 
terberuntung di dunia ini
Entah kenapa kata itu bisa terlontarkan,
tapi Ya aku bangga

Dia, aku
Bukanlah sosok pasangan yang sama
Pembeda karakter
Namun bisa bersatu

Bangga,
satu banding seribu untuk oroang seperti dia
Hormat
Penyesalan
Semua ada disitu

Hanya satu yang aku khawatirkan
Kebosanan menjadi kata favorit di masa yang akan datang
Aku bukan peramal
Pun tidak sok tahu
Tapi hal itu masih ada

Dia pasti akan bosan
Entah bagaimana dan kapan
Biar waktu yang menjawab
Inilah salah satu kekhawatiran yang melandaku
Menghantuiku

Tertawa keras,
bukanlah sebuah keceriaan bagiku
Isi dari suatu kekosongan dan kehampaan
Kebingungan
Tak tahu arah

Aku diam,
seribu satu percakapan perang dalam pikiranku
Bukan orang pandai yang menyusun kata-kata

Ingat, 
bukan karena kamu
Sama sekali bukan

Bangga
Aku bangga
Dia masih setia menungguku

Bukan karena kelebihanku,
Bukan karena kecantikanku,
Bukan karena pintarnya aku,
Pun bukan karena kelebihanku

Namun dia disisiku,
karena kekuranganku
Dan hal itulah yang menantangnya
untuk selalu bersamaku

Entah bagaimana
Aku tidak tahu cara untuk memaafkan diriku sendiri
Kehilangan arah dan tak pasti
Penyesalan adalah problematika dalam sini

Maaf
Aku tidak baik
Maaf
Aku munafik
Maaf
Aku kasar

Tapi dibalik itu semua,
kamu adalah kepalaku
kamu adalah bagianku
kamu adalah aku
Dan kata-kata yang ingin aku sampaikan adalah
Seribu maaf tidak bisa menyelesaikan segalanya
Jangan pernah bosan walau ku tahu kau sudah

Aku bukan orang yang pandai merangkai kata
Namun hanya ini yang bisa kuberikan,
aku sayang kamu



Ditulis oleh seorang gadis remaja tidak tahu arah
Senin, 9 Desember 2013

Sunday, December 8, 2013

Ungkapan Penyesalan Tak Terbayarkan

Sekali ini saja
Aku boleh ungkapkan semua keluh kesahku
Amarahku
Kegelisahanku
Rasa takutku
Maluku
Semuanya

Andai aku bisa mengulang waktu semuanya
Penyesalan ini masih ada
Masih tersisa banyak
Tidak bisa rasanya ditebus

Andai aku bisa memutar kisahku
Bukan sekedar angan belaka yang kurasakan sekarang
Ku buang sudah mimpiku jauh-jauh
Sekarang hanya sebuah debu tiada arti
Pasir jalanan yang diinjak orang-orang

Dahulu kesempatan itu jelas ada dimataku
Semua campur aduk
Satu dua alasan kurasa tidak bisa menyelesaikan

Waktu kini sudah habis
Telinga rasanya sudah dipotong untuk mendengar penjelasan
Jikapun di dengar,
Aku rasa tidak bisa menyelesaikan semuanya

Semua kata-kata bukanlah tersurar 
Tersirat namun nyata
Kenyataan itu sudah bisa ku gapai
Andai aku ambil
Andai saja
Namun apa daya,
Nasi sudah menjadi bubur

Penyelesalan menjadi nama belakangku
Takut
Bukanlah aku satu-satunya
Lagu yang pernah ku dengar 
Lagu yang pernah terangan olehku
Lagu yang menjadi favoritku
Bukanlah bagianku lagi
Semuanya sudah berbeda 180 derajat











































Thursday, December 5, 2013

Sahabat

Mereka mungkin engga selalu ada
visualiasi
Mereka engga selalu ada
kaya baju yang ngelekat di elu
Mereka engga selalu ada 
buat gendong lu

Tapi,
Mereka selalu ada disaat lo butuh
Mereka selalu sedia buat nemenin lo
Mereka selalu setia dengerin curhat lo

Ya....
Itu namanya orang yang biasa lo panggil
Sahabat

Ocehan selalu ada buat lo
Mau melakukan hal tolol pun ngajak-ngaja

Kalo mau binal, binal aje
Jangan binal banget
Kalo mau nakal, nakal aja
Jangan nakal banget

Ketawa
Perut sampe sakit
Atau bahkan sampe kebelet pipis

Sahabat
Ga ada yang bisa mendiskripsikan hal itu
Terlalu tolol kejadian untuk diingat
Terlalu manis untuk dikenang

Mendengar ketololan
Mendengar kenajisan
Semuanya yang dilakukan itu....
Sebuah lukisan warna dari rangkaian kehidupan

Secarik kertas kanvas warna putih engga ada apa-apa
Diisi dengan cat warna-warni
Entah itu abstrak
Entah itu terangkai rapi
Entah apalah itu
Sebagian yang ngisi,
adalah mereka

Kenajisan dan ketololan kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Ketawa dan nangis kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu

Semua kata-kata anjing yang pernah dilontarkan,
adalah ungkapan sayang 
Bukan maksud makna asli dari bahasanya
Tapi panggilan khusus

Sahabat,
Jika melakukan kesalahan
Tonjok temen lo juga saat itu
Tampar kalo perlu
Tapi abis itu,
Ulurin tangan lo,
angkat dia
Bawa balik ke rumah
Kasih tamparan kecil di pipinya
Sambil bilang
"Dasar, manusia paling tolol"
Terus kalian tertawa dengan kebodohan 
yang barusan kalian lakukan

Sahabat,
itulah
Konyol
Tolol
Bodoh
Bego
Namun....
Kata-kata itu hanyalah sebuah pemanis
Kalian,
lebih dari indahnya sejuta pemandangan yang indah
lebih dari indahnya alunan suara pemusik
lebih dari indahnya para model atau sabinya otomotif
Kalian,
lebih dari segalanya

Resiko

Hai kamu para lelaki
Jujurlah sebelum ditikung yang lainnya

Hai kamu para lelaki,
berani jatuh cinta, berani patah hati

Itu adalah resiko dalam percintaan
Sudah biasa
Seberapa besar kamu menginginkan dia
Setai kuku, kah? Atau tidak dapat terhitung?

Sebebenernya yang kalian takutkan itu apa sih?
Sakit hati karena ditolak?
Itu adalah sebuah resiko
Berani jatuh cinta berarti berani apa?
---- Yap benar

Resiko itu adalah sebuah pilihan kok
Terkadang kamu harus mengetahui sesuatu kebenarannya walau sakit,
daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti
Atau worse case kalo ternyata ada yang nikung duluan
Mungkin aja sebenernya dia juga udah punya perasaan,
tapi.....
apa daya kalo engga berani ngomong
Ujungnya lebih dari sakit hati,kan?

Ga usah takut kalo jatuh cinta
Resiko paling besar itu ya sakit hati
Bae-bae jaga perasaan cewe
Sensitifnya udah kaya pantat bayi

Nih ya, gue kasih tau
Katakan apa yang seharusnya dikatakan
Itu tuh hati Mas,
bukan shelter buat nunggu

Sekian

.......

Yang namanya hati,
itu ga pernah bisa bohong
Mau nyangkal berapa kali
tetep juga jawabannya itu

Mau suka 
Mau engga
Itulah jawabannya

Hati tuh paling anti yang namanya bohong
Mau sekeras kamu menutup diri,
jawaban itu tetep sama

Mungkin kamu bisa menutup mata,
untuk sesuatu yang engga mau kamu lihat
Tapi,
kamu engga bisa menutup hati,
untuk sesuatu yang engga mau kamu rasakan

Rasa itu tumbuh disaat kita engga sadar
Bisa disebut juga kaya parasit
Dia selalu bergantung dan membawa perasaan kemanapun

Sulit bibir untuk berbicara
Rasanya kaku jika sudah membicarakan seputar itu
Mau dikata apa?
Mau mengelaknya juga susah

Otak suka banyak intervensi 
Hati berkata ini, tapi otak menolak
Takut untuk mengambil resiko kedepannya

Terkadang terlalu banyak berfikir,
sama saja seperti lari di treadmil
Disitu-situ aja
Engga jalan
Engga ada perkembangan

Mata
Andaikan mata bisa berbicara
Meluapkan segala sesuatunya
Mengungkapkan segala rasa yang sulit
Andaikan mata tidak menjadi sebuah saksi bisu,
mungkin orang-orang sudah tau
Mata mengetahui semuanya
Namun, dia tidak pandai menyembunyikan

Bibir
Selalu berkata yang berkebalikan
Bisakah kau katakan yang sesungguhnya?
Bibir ini terkadang membuat hati tambah terluka
Terkadang suka tega bibir itu
Ujungnya hanya memperparah

Kapan sih bisa jujur sama perasaan?
Terkadang yang kita takutkan 
adalah kebenarannya
Takut menghadapi kenyataan

Tapi....
sampai kapan?