What is love?
Does love exist?
Why everyone is crazy about love?
Why one person dare to hurt himself for love?
Why when someone finally trust what 'love' is,
they just misuse it
Does love talk about sacrifice?
Sacrifice to see someone they love loving someone else
Why he still fallin love with that girl while she already with someone else?
Why she still hope for that guy who use her?
Why people so blind about the word of love?
There are so many burdens
The high wall built so perfect outside
Inside, it just as fragile as cotton
Why he has to waste his time just to wait for her?
People always questioning everything
When love comes, logic stops
People wondering
Crying
Doubting
Cheating
Breaking
Tearing apart into a piece of shit
Why we call it as love?
Monday, March 31, 2014
Monday, December 9, 2013
Seribu Penyesalan dan Maaf
Mungkin banyak orang mengatakan,
ragaku bukanlah sosok yang pendiam,
Tenang
Yang selalu melontarkan semua isi hatinya
Mungkin banyak orang mengatakan,
aku tipikal yang emosi tak terkontrol,
Amarah
Yang selalu mengatakan isi binatang dari sanas-sini
Sedikit
Sedikit yang tahu aku
Bukan kamu pun
Atau dia
Atau mereka
Bahkan aku sendiri pun kadang tidak
tahu-menahu siapa aku ini
Bawelkah
Ceriakah
Emosiankah
Rasanya sudah mnejadi komplit
makanan favoritku
Munafik jika kita mengatakan tidak mau
Munafik jika kita mengelak
Namun apa daya sudah terjadi
Satu hal yang membuat diriku tidak bisa menerima
Harga diri
Dimana itu harga diri?
Seoonggok penyesalankah?
Bukan karena kamu
Bukan karena mereka
Atau bukan karena siapa-siapa
Lagi-lagi karena aku
Aku tidak bias merangkai kata semanis dia
Pun aku bukan tipikal romantis
Namun hanya ini yang bisa aku lakukan
Ingat,
bukan karena kamu
Jangan pernah menyalahkan diri sendiri
Hanya sebatas penyesalan tak teruraikan
Penyesalan tiada henti dari dalam diri sendiri
Bangga
Sungguh bangga aku akan dia
Penghormatan jauh disana melambangkan semuanya
Entah apa yang bisa aku lakukan
Menangis terharu
Atau menangis penyesalan
Ingat,
bukan karena kamu
Jangan lagi-lagi menyalahkan diri sendiri
Sama-sama munafik juga bukan jawabannya
Sekali lagi,
Mungkin bisa dikatakan aku adalah gadis
terberuntung di dunia ini
Entah kenapa kata itu bisa terlontarkan,
tapi Ya aku bangga
Dia, aku
Bukanlah sosok pasangan yang sama
Pembeda karakter
Namun bisa bersatu
Bangga,
satu banding seribu untuk oroang seperti dia
Hormat
Penyesalan
Semua ada disitu
Hanya satu yang aku khawatirkan
Kebosanan menjadi kata favorit di masa yang akan datang
Aku bukan peramal
Pun tidak sok tahu
Tapi hal itu masih ada
Dia pasti akan bosan
Entah bagaimana dan kapan
Biar waktu yang menjawab
Inilah salah satu kekhawatiran yang melandaku
Menghantuiku
Tertawa keras,
bukanlah sebuah keceriaan bagiku
Isi dari suatu kekosongan dan kehampaan
Kebingungan
Tak tahu arah
Aku diam,
seribu satu percakapan perang dalam pikiranku
Bukan orang pandai yang menyusun kata-kata
Ingat,
bukan karena kamu
Sama sekali bukan
Bangga
Aku bangga
Dia masih setia menungguku
Bukan karena kelebihanku,
Bukan karena kecantikanku,
Bukan karena pintarnya aku,
Pun bukan karena kelebihanku
Namun dia disisiku,
karena kekuranganku
Dan hal itulah yang menantangnya
untuk selalu bersamaku
Entah bagaimana
Aku tidak tahu cara untuk memaafkan diriku sendiri
Kehilangan arah dan tak pasti
Penyesalan adalah problematika dalam sini
Maaf
Aku tidak baik
Maaf
Aku munafik
Maaf
Aku kasar
Tapi dibalik itu semua,
kamu adalah kepalaku
kamu adalah bagianku
kamu adalah aku
Dan kata-kata yang ingin aku sampaikan adalah
Seribu maaf tidak bisa menyelesaikan segalanya
Jangan pernah bosan walau ku tahu kau sudah
Aku bukan orang yang pandai merangkai kata
Namun hanya ini yang bisa kuberikan,
aku sayang kamu
Ditulis oleh seorang gadis remaja tidak tahu arah
Senin, 9 Desember 2013
Sunday, December 8, 2013
Ungkapan Penyesalan Tak Terbayarkan
Sekali ini saja
Aku boleh ungkapkan semua keluh kesahku
Amarahku
Kegelisahanku
Rasa takutku
Maluku
Semuanya
Andai aku bisa mengulang waktu semuanya
Penyesalan ini masih ada
Masih tersisa banyak
Tidak bisa rasanya ditebus
Andai aku bisa memutar kisahku
Bukan sekedar angan belaka yang kurasakan sekarang
Ku buang sudah mimpiku jauh-jauh
Sekarang hanya sebuah debu tiada arti
Pasir jalanan yang diinjak orang-orang
Dahulu kesempatan itu jelas ada dimataku
Semua campur aduk
Satu dua alasan kurasa tidak bisa menyelesaikan
Waktu kini sudah habis
Telinga rasanya sudah dipotong untuk mendengar penjelasan
Jikapun di dengar,
Aku rasa tidak bisa menyelesaikan semuanya
Semua kata-kata bukanlah tersurar
Tersirat namun nyata
Kenyataan itu sudah bisa ku gapai
Andai aku ambil
Andai saja
Namun apa daya,
Nasi sudah menjadi bubur
Penyelesalan menjadi nama belakangku
Takut
Bukanlah aku satu-satunya
Lagu yang pernah ku dengar
Lagu yang pernah terangan olehku
Lagu yang menjadi favoritku
Bukanlah bagianku lagi
Semuanya sudah berbeda 180 derajat
Thursday, December 5, 2013
Sahabat
Mereka mungkin engga selalu ada
visualiasi
Mereka engga selalu ada
kaya baju yang ngelekat di elu
Mereka engga selalu ada
buat gendong lu
Tapi,
Mereka selalu ada disaat lo butuh
Mereka selalu sedia buat nemenin lo
Mereka selalu setia dengerin curhat lo
Ya....
Itu namanya orang yang biasa lo panggil
Sahabat
Ocehan selalu ada buat lo
Mau melakukan hal tolol pun ngajak-ngaja
Kalo mau binal, binal aje
Jangan binal banget
Kalo mau nakal, nakal aja
Jangan nakal banget
Ketawa
Perut sampe sakit
Atau bahkan sampe kebelet pipis
Sahabat
Ga ada yang bisa mendiskripsikan hal itu
Terlalu tolol kejadian untuk diingat
Terlalu manis untuk dikenang
Mendengar ketololan
Mendengar kenajisan
Semuanya yang dilakukan itu....
Sebuah lukisan warna dari rangkaian kehidupan
Secarik kertas kanvas warna putih engga ada apa-apa
Diisi dengan cat warna-warni
Entah itu abstrak
Entah itu terangkai rapi
Entah apalah itu
Sebagian yang ngisi,
adalah mereka
Kenajisan dan ketololan kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Ketawa dan nangis kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Semua kata-kata anjing yang pernah dilontarkan,
adalah ungkapan sayang
Bukan maksud makna asli dari bahasanya
Tapi panggilan khusus
Sahabat,
Jika melakukan kesalahan
Tonjok temen lo juga saat itu
Tampar kalo perlu
Tapi abis itu,
Ulurin tangan lo,
angkat dia
Bawa balik ke rumah
Kasih tamparan kecil di pipinya
Sambil bilang
"Dasar, manusia paling tolol"
Terus kalian tertawa dengan kebodohan
yang barusan kalian lakukan
Sahabat,
itulah
Konyol
Tolol
Bodoh
Bego
Namun....
Kata-kata itu hanyalah sebuah pemanis
Kalian,
lebih dari indahnya sejuta pemandangan yang indah
lebih dari indahnya alunan suara pemusik
lebih dari indahnya para model atau sabinya otomotif
Kalian,
lebih dari segalanya
visualiasi
Mereka engga selalu ada
kaya baju yang ngelekat di elu
Mereka engga selalu ada
buat gendong lu
Tapi,
Mereka selalu ada disaat lo butuh
Mereka selalu sedia buat nemenin lo
Mereka selalu setia dengerin curhat lo
Ya....
Itu namanya orang yang biasa lo panggil
Sahabat
Ocehan selalu ada buat lo
Mau melakukan hal tolol pun ngajak-ngaja
Kalo mau binal, binal aje
Jangan binal banget
Kalo mau nakal, nakal aja
Jangan nakal banget
Ketawa
Perut sampe sakit
Atau bahkan sampe kebelet pipis
Sahabat
Ga ada yang bisa mendiskripsikan hal itu
Terlalu tolol kejadian untuk diingat
Terlalu manis untuk dikenang
Mendengar ketololan
Mendengar kenajisan
Semuanya yang dilakukan itu....
Sebuah lukisan warna dari rangkaian kehidupan
Secarik kertas kanvas warna putih engga ada apa-apa
Diisi dengan cat warna-warni
Entah itu abstrak
Entah itu terangkai rapi
Entah apalah itu
Sebagian yang ngisi,
adalah mereka
Kenajisan dan ketololan kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Ketawa dan nangis kalian sudah mengisi
setengah dari kanvas putih itu
Semua kata-kata anjing yang pernah dilontarkan,
adalah ungkapan sayang
Bukan maksud makna asli dari bahasanya
Tapi panggilan khusus
Sahabat,
Jika melakukan kesalahan
Tonjok temen lo juga saat itu
Tampar kalo perlu
Tapi abis itu,
Ulurin tangan lo,
angkat dia
Bawa balik ke rumah
Kasih tamparan kecil di pipinya
Sambil bilang
"Dasar, manusia paling tolol"
Terus kalian tertawa dengan kebodohan
yang barusan kalian lakukan
Sahabat,
itulah
Konyol
Tolol
Bodoh
Bego
Namun....
Kata-kata itu hanyalah sebuah pemanis
Kalian,
lebih dari indahnya sejuta pemandangan yang indah
lebih dari indahnya alunan suara pemusik
lebih dari indahnya para model atau sabinya otomotif
Kalian,
lebih dari segalanya
Resiko
Hai kamu para lelaki
Jujurlah sebelum ditikung yang lainnya
Hai kamu para lelaki,
berani jatuh cinta, berani patah hati
Itu adalah resiko dalam percintaan
Sudah biasa
Seberapa besar kamu menginginkan dia
Setai kuku, kah? Atau tidak dapat terhitung?
Sebebenernya yang kalian takutkan itu apa sih?
Sakit hati karena ditolak?
Itu adalah sebuah resiko
Berani jatuh cinta berarti berani apa?
---- Yap benar
Resiko itu adalah sebuah pilihan kok
Terkadang kamu harus mengetahui sesuatu kebenarannya walau sakit,
daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti
Atau worse case kalo ternyata ada yang nikung duluan
Mungkin aja sebenernya dia juga udah punya perasaan,
tapi.....
apa daya kalo engga berani ngomong
Ujungnya lebih dari sakit hati,kan?
Ga usah takut kalo jatuh cinta
Resiko paling besar itu ya sakit hati
Bae-bae jaga perasaan cewe
Sensitifnya udah kaya pantat bayi
Nih ya, gue kasih tau
Katakan apa yang seharusnya dikatakan
Itu tuh hati Mas,
bukan shelter buat nunggu
Sekian
Jujurlah sebelum ditikung yang lainnya
Hai kamu para lelaki,
berani jatuh cinta, berani patah hati
Itu adalah resiko dalam percintaan
Sudah biasa
Seberapa besar kamu menginginkan dia
Setai kuku, kah? Atau tidak dapat terhitung?
Sebebenernya yang kalian takutkan itu apa sih?
Sakit hati karena ditolak?
Itu adalah sebuah resiko
Berani jatuh cinta berarti berani apa?
---- Yap benar
Resiko itu adalah sebuah pilihan kok
Terkadang kamu harus mengetahui sesuatu kebenarannya walau sakit,
daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti
Atau worse case kalo ternyata ada yang nikung duluan
Mungkin aja sebenernya dia juga udah punya perasaan,
tapi.....
apa daya kalo engga berani ngomong
Ujungnya lebih dari sakit hati,kan?
Ga usah takut kalo jatuh cinta
Resiko paling besar itu ya sakit hati
Bae-bae jaga perasaan cewe
Sensitifnya udah kaya pantat bayi
Nih ya, gue kasih tau
Katakan apa yang seharusnya dikatakan
Itu tuh hati Mas,
bukan shelter buat nunggu
Sekian
.......
Yang namanya hati,
itu ga pernah bisa bohong
Mau nyangkal berapa kali
tetep juga jawabannya itu
Mau suka
Mau engga
Itulah jawabannya
Hati tuh paling anti yang namanya bohong
Mau sekeras kamu menutup diri,
jawaban itu tetep sama
Mungkin kamu bisa menutup mata,
untuk sesuatu yang engga mau kamu lihat
Tapi,
kamu engga bisa menutup hati,
untuk sesuatu yang engga mau kamu rasakan
Rasa itu tumbuh disaat kita engga sadar
Bisa disebut juga kaya parasit
Dia selalu bergantung dan membawa perasaan kemanapun
Sulit bibir untuk berbicara
Rasanya kaku jika sudah membicarakan seputar itu
Mau dikata apa?
Mau mengelaknya juga susah
Otak suka banyak intervensi
Hati berkata ini, tapi otak menolak
Takut untuk mengambil resiko kedepannya
Terkadang terlalu banyak berfikir,
sama saja seperti lari di treadmil
Disitu-situ aja
Engga jalan
Engga ada perkembangan
Engga ada perkembangan
Mata
Andaikan mata bisa berbicara
Meluapkan segala sesuatunya
Mengungkapkan segala rasa yang sulit
Andaikan mata tidak menjadi sebuah saksi bisu,
mungkin orang-orang sudah tau
Mata mengetahui semuanya
Namun, dia tidak pandai menyembunyikan
Bibir
Selalu berkata yang berkebalikan
Bisakah kau katakan yang sesungguhnya?
Bibir ini terkadang membuat hati tambah terluka
Terkadang suka tega bibir itu
Ujungnya hanya memperparah
Kapan sih bisa jujur sama perasaan?
Terkadang yang kita takutkan
adalah kebenarannya
Takut menghadapi kenyataan
Tapi....
sampai kapan?
Wes Kabeh
Terkadang bingung mau seperti apa
Melakukan ini salah
Melakukan itu salah
Terkadang orang suka menilai yang tidak-tidak
Wajarlah, namanya juga manusia
Tapi kalo udah terlalu sering mendengar penilaian yang tidak-tidak,
lama-lama cape juga dengernya
Cape hati\
Judgments become stereotype
Terserah sih orang mau bilang apa
Tapi, kalo emang udah engga suka,
tolong ya jangan dibawa kemana-kemana
Bullshit sih orang mau bilang 'Dont judge the book by their cover'
Halahhh, omong kosong doang
Omongan belaka
Coba sekarang, kita-kita?
Bener ga kita menilai orang dari penampilannya dulu?
Pastilah!
Suka sama orang pertama kali menilain penampilannya kan?
Iyalah
Admit it
Tapi masalahnya, cari tau dulu dong kebenarannya
Jangan asal ngomongin ke orang tentang yang bukan-bukan
Kalo di Jakarta, 'emang lo siapa gue? sodara bukan, temen aja bukan
udah sok iye aja lo'
Orang tersenyum, dibilang cari muka
Udah dsenyumin, eh malah buang muka
Ga disenyumin, dibilang nyolot
Minta dikasih kabar,
dibilang jangan ganggu
Minta wakutnya bentar,
dibilang ngerepotin
Bukan bermaksud menyindir
Tapi memang kenyataan
Ga bisa meluapkan amarah,
ya tulis disini
Orang bersikap baik, ada aja hambatannya
Orang bersikap ramah, dikira sok kenal sok deket
Orang bersikap perhatian, dikira mengganggu
Orang bersikap biasa, dibilang acuh tak acuh
Kapan sih ada orang-orang yang bisa ngerti?
Bukan ngerti dalam arti pengertian
Ngerti kondisi, mas, mba
Baik diawal
Ditengah, perhatian sendet
Diakhir, wes telat
kabeh kabeh
Melakukan ini salah
Melakukan itu salah
Terkadang orang suka menilai yang tidak-tidak
Wajarlah, namanya juga manusia
Tapi kalo udah terlalu sering mendengar penilaian yang tidak-tidak,
lama-lama cape juga dengernya
Cape hati\
Judgments become stereotype
Terserah sih orang mau bilang apa
Tapi, kalo emang udah engga suka,
tolong ya jangan dibawa kemana-kemana
Bullshit sih orang mau bilang 'Dont judge the book by their cover'
Halahhh, omong kosong doang
Omongan belaka
Coba sekarang, kita-kita?
Bener ga kita menilai orang dari penampilannya dulu?
Pastilah!
Suka sama orang pertama kali menilain penampilannya kan?
Iyalah
Admit it
Tapi masalahnya, cari tau dulu dong kebenarannya
Jangan asal ngomongin ke orang tentang yang bukan-bukan
Kalo di Jakarta, 'emang lo siapa gue? sodara bukan, temen aja bukan
udah sok iye aja lo'
Orang tersenyum, dibilang cari muka
Udah dsenyumin, eh malah buang muka
Ga disenyumin, dibilang nyolot
Minta dikasih kabar,
dibilang jangan ganggu
Minta wakutnya bentar,
dibilang ngerepotin
Bukan bermaksud menyindir
Tapi memang kenyataan
Ga bisa meluapkan amarah,
ya tulis disini
Orang bersikap baik, ada aja hambatannya
Orang bersikap ramah, dikira sok kenal sok deket
Orang bersikap perhatian, dikira mengganggu
Orang bersikap biasa, dibilang acuh tak acuh
Kapan sih ada orang-orang yang bisa ngerti?
Bukan ngerti dalam arti pengertian
Ngerti kondisi, mas, mba
Baik diawal
Ditengah, perhatian sendet
Diakhir, wes telat
kabeh kabeh
Subscribe to:
Posts (Atom)