Tuesday, August 13, 2013

Layangan

Jangan mau seperti sebuah layangan
Jika layangannya putus, banyak orang yang mengejar
Namun jika sudah didapatkannya kembali.....
Apa yang terjadi?

Layangan akan diterbangkan ditengah-tengah langit
Menunggu untuk diadu dengan layangan lain
Dijadikan sebuah mainan 
Dijadikan taruhan

Ditengah langit, layangan diterbangkan setengah
Ditarik...
Kemudian diulur
Ditarik lagi
Diulur lagi

Sampai akhirnya tiba diujung permainan
Putus lagi
Mau?

Curahan Hati Terdalam

Pernahkah kau merasakan arti sebuah kegagalan?
Aku rasa pernah
Semua orang pernah merasakannya
Gagal dalam cinta
Gagal dalam studi
Gagal dalam material
dan masih banyak kegagalan

Tidakah kau mengerti sebuah kegagalan?
Bagaimana rasanya?
Rasanya jika sudah mengorbankan banyak hal
namun tak berujung indah?
Sakit, bukan?
Kusudah perjuangkan segala yang kupunya
Waktuku
Tenagaku
Kesehatanku
Tapi inilah aku
Berbeda dengan jalan yang Maha Kuasa

Ku ingin marah
Tetapi kepada siapa?
Ku ingin menangis
Tapi untuk apa?
Rencanaku hanya sebuah angan yang tidak pernah dapat kusentuh
Hanya sebuah angan belaka
Hanya sebuh omong kosong

Kehidupan sekarang ini masih belum bisa aku terima
Ini terlalu berat bagiku
Terlalu sulit
Terlalu berbeda dari apa yang aku bayangkan
Hal ini terlalu sulit bagiku
Tiap detik, tiap menit, tiap jam
Aku hanya bisa merenung

Kali ini aku mencoba untuk tidak mengintip belakang
Tidak mengintip masa kelamku yang dulu
Aku hanya ingin menatap lurus ke depan
Masa depan cerah yang menantiku
Namun apa daya
Aku hanya seorang manusia biasa
Yang bisa merasakan kesakitan dari masa lalu

Dia memegangku
Memegangku untuk menengok masa lalu kembali
Sebuah ungkapan tidak dapat diucapkan
Hanya sebuah tulisan yang dapat dijalankan
Aku tidak pandai menyusun sebuah kata-kata
Namun inilah dari hati paling dalam

Sakit....
Sendiri
Kecewa
Tidak ada yang menemani
Siapa gerangan yang bisa mengerti perasaanku ini?
Mungkin beberapa kalian saja

Namun aku bersumpah 
Kesuksesanku menantiku di masa depan
Akan kubuktikan mereka yang menolaku

Yang menolaku dulu akan kubuat menyesal
Tanpa tangan Tuhan yang bekerja di dalamku,
apa dayaku?

Inikah hidup?

Seuntai rasa sesal tak lepas jua
Embun pagi pun terus menggenang sepanjang raga
Apakah ini?
Apakah arti jalan kehidupan?
Apakah arti dari sebuah rencana?
Sirna sudah....
Bukankah kau yang mengatakan,
bahwa diatas kertas putih ini adalah kehidupan?
Bukankah kau yang mengatakan,
bahwa aku yang menciptakan imajinasiku?

Lantas kandaslah semua harapanku
Merintis jalan yang tiada ujung
Semua harapan hanyalah angan belaka
Kemanakah aku harus berjalan?
Tersesat tak tahu jalan

Mereka!
Mereka sudah di depan Inggris
Kami!
Kami menyusun strategi 
Namun apa yang aku dapat?
Tangan hampa tak ada harapan lagi
Sampai secercah sinar menyilaukan dirinya